Made Supena Ungkapkan Filosofi Lingkungan Lewat Lukisan Abstrak

November 16, 2018, 12:56 am


Bali News - Pelukis Made Supena menggelar pameran di Griya Santrian, Sanur, Denpasar

Denpasar, Balinewsonline.com – Pelukis Made Supena menggelar pameran dengan mengusung 32 karya lukisan terbaik, yang mengungkapkan filosofi alam lingkungan yang belakangan ini banyak berubah fungsi atau tercemari polusi.

Pameran ini digelar di Gallery Griya Santrian, Sanur, Denpasar mulai tanggal 16 November hingga 31 Desember 2018, dengan mengetengahkan tema ‘Interpreting Feelings’. Melalui karya-karyanya ini, maka Made Supena menggunakan rasa untuk menginterpretasi lingkungan yang tidak hanya di Bali, namun juga lingkup alam Indonesia dan dunia.

“Pengungkapan rasa itu diwujudkan dengan garis dan warna pada lukisan beraliran abstrak. Aliran ini memiliki tingkat kesulitan tinggi bagi saya, karena seolah tidak ada habisnya. Seusai saya melukis di kanvas, maka tidak berarti itu selesai. Selalu ada ide baru lagi yang masuk, sehingga mau tak mau lukisan itu meluas lagi konsep atau gagasan yang masuk di dalamnya. Setelah melukis, saya memang selalu meletakkan kanvasnya di tempat saya berlalu lalang, sehingga lukisan itu masih terbuka untuk ide baru hingga akhirnya betul-betul final sebagai karya yang utuh,” kata Made Supena, ketika mengadakan jumpa media di Gallery Griya Santrian, Sanur, pada Kamis (15/11/2018).

 

Made Supena dan Dolar Astawa

Bagi Made Supena, karya abstraksinya merupakan penghayatan akan ketransedenan atau sesuatu yang melampaui nalar. Merangkum pula tahapan sublimasi dari sikap kritisnya yang mencemaskan perubahan yang tidak terkendali dari alam Bali dan dunia, sekaligus cerminan spiritualitas yang mempribadi.

Karya abstraksi Made Supena ini memiliki asal mula dari pertemuannya dengan seni rupa Barat melalui pendidikan di ISI Denpasar serta persahabatannya dengan Wayan Sukra (Thomas Freitag) dan seniman lainnya.

Bahkan, langgam abstraksi Made Supena ini juga berawal pengalaman seni pada masa kanak-kanaknya, karena sering kali terlibat dan melihat langsung proses kreatif ayahnya, Ketut Muja, yang dikenal sebagai maestro pematung asal Singapadu, Gianyar.

Pewarisan taksu berkesenian Made Supena ini dibenarkan oleh seniman Dolar Astawa. Menurut Dolar Astawa, Made Supena ini berasal dari lingkungan dan keluarga seniman. Ayah Made Supena adalah maestro pematung, yang memiliki nama tersendiri dan terkenal hingga ke mancanegara.

“Dan jejak keseniman Made Supena ini tidak hanya dikenal di wilayah Bali saja. Made Supena sudah pernah menyelenggerakan pameran di Bali, nasional hingga internasional seperti Jerman serta Jepang,” ujar Dolar Astawa. (01)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

search

Valuta asing