Makna Gedebong Pisang Ditanam Terbalik Saat Ngusaba di Desa Ngis

January 20, 2019, 8:09 am


Bali News - Panggungan yang terbuat dari gedebong pisang terbalik

Amlapura, BeritaOnlineBali.com – Bali memang memiliki banyak ragam budaya dan upacara ritual adat yang memiliki keunikan tersendiri, pada hampir setiap desa di Bali.

Salah satunya adalah Ngusaba Gedebong atau Ngusaba Kaulu yang juga sering disebut Ngusaba Sri, yang jatuh nemonin Purnama Kaulu yang datang setiap tahun sekali menurut penanggalan Kalender Bali. Kali ini, usaba ini berlangsung pada Minggu (20/1/2019).

Yang unik dalam upacara ini adalah, panggungan aturan atau persembahan upacara ini dibuat dari tiang batang gedebong pisang ditanam terbalik yang dihias dengan berbagai buah lokal seperti mangga alas atau poh alas, buni, jeruk Bali, nanas, manggis, salak, wani dan buah-buahan lainnya.

Panggungan ini dibuat berjejer indah di depan rumah pada tiap pekarangan desa (karang  desa). Upacara ini dihaturkan serentak oleh jero mangku masing-masing, setelah Paruman Adat di Bale Agung selesai.

Menurut Jro Mangku Puseh, Jro mangku Nengah Sukaryana bahwa makna dari upacara ini intinya adalah ucapan syukur dan rasa terima kasih kepada Tuhan Yang Maha Esa (Ida Sanghyang Widi Whasa) yang bermanifestasi sebagai Dewi Sri atau Dewi Kemakmuran.

Hal ini dikarenakan pelaksanaan Usaba Gedebong umumnya dilangsungkan pada bulan-bulan musim panen buah buahan di Desa Ngis.

Makna pohon pisang yang digunakan, sebagai penggambaran atau filosofi kehidupan. Beranak banyak, tapi berbuah hanya sekali. Sama seperti kehidupan manusia, yang hanya sekali dan diharapkan supaya berbuat baik.

“Tujuannya supaya mendapatkan buah karma atau pahala yang baik. Sedang mengenai pisang ditanam terbalik, bermakna dalam hidup ini pasti ada ujungnya dan suatu saat akan kembali ke pertiwi atau tanah,” ujarnya. (BNO-KSP)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

search

Valuta asing