Prajuru Legian Kelod dan Pelaku Usaha Gelar  Gathering ke-5

October 30, 2018, 1:35 pm


Bali News - Prajuru Legian Kelod dan Pelaku Usaha Gelar  Gathering ke-5

Kuta, Balinewsonline – Prajuru Banjar Legian Kelod melakukan gathering atau pertemuan dengan pelaku usaha yang berlangsung di Pullman Hotel, Kuta, Badung, pada Selasa (30/10/2018) malam.

Salah satu tokoh adat Kuta, Wayan Puspa Negara pada kesempatan ini menyatakan gathering ini sudah digelar yang kelima kalinya, dan bertujuan membangun sinergitas antara pengusaha dengan lingkungan sekitarnya.

“Di wilayah Legian Kelod ini terdapat 125 hotel baik berbintang maupun non-bintang. Selain itu, ada sejumlah pelaku usaha lain yang membuka bisnis di wilayah ini,” ujar Puspa Negara.

Menurut dia, dengan keberadaan para pelaku usaha yang mencari nafkah di wilayah Legian Kelod ini, maka diharapkan ada hubungan simbiosis mutualisme antara pelaku usaha dan masyarakat.

Selanjutnya Puspa Negara menyatakan, tujuan lain dari gathering ini adalah untuk penggalian dana terkait adanya pembangunan balai kulkul dan harmonisasi wajah balai banjar  Legian Kelod.

“Kami membutuhkan dana Rp 1,5 miliar untuk pembangunan balai kulkul dan harmonisasi balai banjar. Di mana pemda sudah memberi bantuan Rp 750 juta. Selain itu, ada bantuan pelaku usaha dan masyarakat sehingga saat ini total dana yang terkumpul ialah Rp 1,1 miliar,” katanya, seraya memperlihatkan batu pengeresek yang akan diberikan kepada pelaku usaha yang telah memberi donasi.

Lady Boy

Sementara itu, pada gathering ini perwakilan dari Rama Residence, Purwa mengharapkan agar unit usaha di wilayah Legian Kelod lebih ditata kembali.

“Karena selama ini ada usaha tertentu yang mempekerjakan tenaga yang tidak memenuhi standart. Misalnya, transgender atau istilah umumnya lady boy,” kata Purwa.

Keberadaan mereka, lanjut dia, membuat sejumlah tamu sering komplain karena merasa terganggu. “Selama ini, Legian menjadi destinasi terbaik di mata wisatawan Australia. Tapi belakangan ini sepertinya sudah bergeser. Maka mohon ada penataan unit usaha agar destinasi ini tidak rusak di mata wisatawan,” ucap dia.

Pada penghujung acara, akhirnya terkumpul donasi sebesar Rp 25 juta. Donasi ini diberikan antara lain dari Bebek Goreng Haji Slamet, LPD Legian Kelod, Rama Residence, Mega Sari Bungalow dan lainnya.
(BN-01)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

search

Valuta asing